Kuesioner Ikatan Trauma dalam Hubungan (KITH)

Kuesioner Ikatan Trauma dalam Hubungan (KITH) merupakan alat ukur psikologis yang dirancang untuk mengidentifikasi kecenderungan trauma bonding dalam hubungan interpersonal yang bersifat intim, seperti pacaran, pernikahan, maupun relasi signifikan lainnya. Instrumen ini mengukur pola keterikatan emosional yang terbentuk melalui siklus konflik dan rekonsiliasi yang berulang, ketergantungan emosional yang meningkat, distorsi kognitif dalam memaknai perilaku pasangan, ketakutan akan kehilangan, serta erosi identitas diri. KITH berbentuk self-report dengan menggunakan skala Likert 1–5, dan dapat dimanfaatkan untuk keperluan skrining awal, psikoedukasi, penelitian akademik, maupun refleksi pribadi.

Secara konseptual, tujuan utama KITH adalah mengidentifikasi tingkat kecenderungan trauma bonding dalam suatu hubungan, memetakan dimensi psikologis yang paling dominan pada individu, serta menyediakan dasar awal bagi perencanaan intervensi psikologis atau konseling. Manfaat praktisnya meliputi membantu individu memahami pola hubungan yang berulang dan berpotensi merugikan, mendukung konselor atau psikolog dalam proses asesmen awal, serta menjadi instrumen penelitian dalam kajian relasi toksik dan kekerasan pasangan intim.

Pengembangan KITH didasarkan pada integrasi beberapa kerangka teori utama dalam psikologi dan neuropsikologi, yaitu Teori Kelekatan dari John Bowlby (1969), konsep Traumatic Bonding dari Dutton dan Painter (1981), prinsip Intermittent Reinforcement dari B.F. Skinner (1953), Teori Disonansi Kognitif dari Leon Festinger (1957), Polyvagal Theory dari Stephen Porges (2011), serta temuan dalam Neurobiology of Addiction oleh Volkow dan kolega (2016). Dengan demikian, instrumen ini merupakan konstruksi konseptual berbasis teori dan sintesis literatur ilmiah, namun bukan adaptasi langsung dari satu skala internasional tertentu.

Dalam pengisiannya, responden diminta membaca setiap pernyataan dengan saksama dan memilih angka yang paling menggambarkan kondisi diri mereka dalam hubungan saat ini atau hubungan terakhir yang signifikan. Skala jawaban terdiri dari 1 (Sangat Tidak Sesuai), 2 (Tidak Sesuai), 3 (Netral/Ragu-ragu), 4 (Sesuai), hingga 5 (Sangat Sesuai). Tidak terdapat jawaban benar atau salah; kejujuran dalam menjawab sangat penting agar hasil yang diperoleh merefleksikan kondisi psikologis yang sebenarnya.

Perlu ditegaskan bahwa KITH bukanlah alat diagnosis klinis dan tidak menggantikan evaluasi profesional oleh psikolog atau psikiater. Skor yang tinggi menunjukkan kecenderungan pola trauma bonding, namun tidak secara otomatis menandakan bahwa individu berada dalam hubungan yang mengandung kekerasan. Apabila hasil menunjukkan tingkat yang tinggi dan disertai tekanan emosional yang signifikan, individu disarankan untuk berkonsultasi dengan tenaga kesehatan mental guna memperoleh asesmen dan pendampingan yang lebih komprehensif.

Penasaran dengan Kuesioner Ikatan Trauma dalam Hubungan (KITH) Anda? Silahkan isi kusioner dibawah ini.

Saya percaya pasangan saya akan berubah jika saya lebih sabar.

Saya merasa kehilangan arah ketika hubungan kami bermasalah.

Saya merasa mungkin saya terlalu sensitif dalam menilai pasangan.

Saya takut pasangan saya meninggalkan saya.

Saya merasa tidak nyaman ketika jauh dari pasangan.

Saya jarang mengungkapkan pendapat agar tidak terjadi konflik.

Saya merasa kehilangan sebagian diri saya dalam hubungan ini.

Saya menjauh dari beberapa orang sejak menjalin hubungan ini.

Saya merasa diri saya berubah sejak menjalani hubungan ini.

Saya merasa sangat terpukul ketika pasangan mengancam pergi.

Saya cemas ketika pasangan saya menjauh.

Saya sering berpikir konflik terjadi karena kesalahan saya.

Saya sulit membayangkan hidup tanpa pasangan ini.

Perilaku pasangan saya sulit saya prediksi.

Pasangan saya adalah sumber utama dukungan emosional saya.

Saya berusaha keras agar pasangan tidak kecewa pada saya.

Momen baik dalam hubungan ini terasa sangat berarti bagi saya.

Saya sering membenarkan perilaku pasangan saya kepada orang lain.

Sikap pasangan saya sering berubah antara menyenangkan dan mengecewakan.

Saya sering berharap pasangan saya kembali seperti sebelumnya.

Setelah konflik, hubungan kami terasa sangat dekat kembali.

Saya merasa harga diri saya terpengaruh oleh hubungan ini.

Saya merasa sangat bergantung secara emosional pada pasangan saya.

Saya kadang meragukan penilaian saya sendiri tentang hubungan ini.

Saya takut sendirian tanpa pasangan.

Kenali Diri Anda Lebih Dalam, Temukan Potensi Terbaik Anda

Mari bergabung dengan komunitas kami untuk belajar, tumbuh, dan mencapai kesejahteraan mental yang lebih baik. Psikonesia hadir untuk menjadi mitra dalam perjalanan Anda menuju kebahagiaan, kedamaian batin, dan pemulihan.

Saya Ingin Bergabung