Kuesioner Perilaku Phubbing (Phubbing Behavior Questionnaire – PBQ)

Kuesioner Perilaku Phubbing (Phubbing Behavior Questionnaire/PBQ) merupakan instrumen yang digunakan untuk mengukur kecenderungan seseorang dalam melakukan perilaku phubbing, yaitu perilaku mengabaikan orang lain dalam interaksi tatap muka karena lebih memusatkan perhatian pada smartphone. Perilaku ini umumnya muncul ketika individu lebih fokus pada aktivitas digital, seperti memeriksa pesan, media sosial, atau notifikasi, sehingga perhatian terhadap lawan bicara menjadi berkurang. Instrumen ini disusun dengan mengacu pada konsep phubbing yang dikembangkan dalam beberapa penelitian terdahulu, di antaranya penelitian Roberts dan David (2016) mengenai Partner Phubbing Scale serta penelitian Chotpitayasunondh dan Douglas (2018) yang membahas dampak phubbing terhadap interaksi sosial. Selain itu, penyusunan kuesioner ini juga mempertimbangkan berbagai literatur terkait kecanduan smartphone (smartphone addiction) dan perubahan pola komunikasi interpersonal di era digital. Instrumen ini telah disesuaikan untuk digunakan pada populasi umum, termasuk mahasiswa, pekerja, maupun individu dewasa yang menggunakan smartphone dalam kehidupan sehari-hari.

Kuesioner ini bertujuan untuk mengukur tingkat kecenderungan perilaku phubbing dalam interaksi sosial sehari-hari. Melalui pengukuran tersebut, peneliti dapat memperoleh gambaran mengenai bagaimana penggunaan smartphone dapat mempengaruhi kualitas komunikasi interpersonal. Selain itu, hasil pengisian kuesioner ini diharapkan dapat memberikan manfaat dalam beberapa aspek, yaitu untuk mengetahui tingkat perilaku phubbing pada individu, mengidentifikasi dampak penggunaan smartphone terhadap komunikasi interpersonal, serta menjadi dasar bagi penelitian lebih lanjut mengenai perilaku komunikasi di era digital. Temuan dari pengukuran ini juga diharapkan dapat memberikan rekomendasi yang bermanfaat dalam upaya meningkatkan kualitas interaksi sosial di tengah perkembangan teknologi komunikasi.

Dalam mengisi kuesioner ini, responden diminta untuk membaca setiap pernyataan dengan cermat, kemudian memilih jawaban yang paling sesuai dengan kondisi atau pengalaman pribadi. Penilaian menggunakan skala Likert lima tingkat, yaitu skor 1 (Sangat Tidak Setuju), 2 (Tidak Setuju), 3 (Netral), 4 (Setuju), dan 5 (Sangat Setuju). Tidak terdapat jawaban benar atau salah dalam kuesioner ini, sehingga responden diharapkan dapat memberikan jawaban secara jujur sesuai dengan pengalaman yang dirasakan dalam kehidupan sehari-hari.

Partisipasi dalam pengisian kuesioner ini bersifat sukarela. Seluruh informasi dan jawaban yang diberikan oleh responden akan dijaga kerahasiaannya dan hanya digunakan untuk kepentingan penelitian atau pengembangan akademik. Identitas responden tidak akan dipublikasikan dalam bentuk apa pun. Dengan melanjutkan pengisian kuesioner ini, responden dianggap telah memahami tujuan penelitian serta menyetujui ketentuan yang telah dijelaskan sebelumnya.

Penasaran dengan Kuesioner Perilaku Phubbing (Phubbing Behavior Questionnaire – PBQ) Anda? Silahkan isi kusioner dibawah ini.

Saya sering mengecek notifikasi smartphone saat berinteraksi dengan orang lain.

Saya merasa penggunaan smartphone dapat mengganggu interaksi sosial.

Saya merasa terdistraksi oleh smartphone saat sedang berinteraksi langsung.

Penggunaan smartphone terkadang membuat interaksi saya dengan orang lain menjadi kurang fokus.

Smartphone dapat mengurangi perhatian saya dalam percakapan.

Saya sering membuka aplikasi atau media sosial saat berada dalam percakapan.

Saya menyadari bahwa penggunaan smartphone dapat mempengaruhi kualitas komunikasi dengan orang lain.

Saya sering memeriksa smartphone ketika sedang berbicara dengan orang lain.

Saya menggunakan smartphone ketika sedang berkumpul dengan orang lain.

Saya merasa terbiasa menggunakan smartphone meskipun sedang bersama orang lain.

Saya merasa tidak nyaman jika tidak memeriksa smartphone dalam waktu tertentu.

Saya tetap menggunakan smartphone meskipun sedang berada dalam percakapan.

Saya merasa smartphone sulit untuk diabaikan ketika berada di dekat saya.

Saya merasa perlu mengetahui informasi terbaru dari smartphone saya.

Saya merasa terdorong untuk memeriksa smartphone secara berkala.

Saya terkadang mengalihkan perhatian dari percakapan untuk melihat smartphone.

Kenali Diri Anda Lebih Dalam, Temukan Potensi Terbaik Anda

Mari bergabung dengan komunitas kami untuk belajar, tumbuh, dan mencapai kesejahteraan mental yang lebih baik. Psikonesia hadir untuk menjadi mitra dalam perjalanan Anda menuju kebahagiaan, kedamaian batin, dan pemulihan.

Saya Ingin Bergabung