Kuesioner ini dirancang sebagai alat psikoedukasi publik untuk membantu individu memahami cara mereka memaknai hidup, pengalaman, diri, serta keterhubungan dengan lingkungan sosial. Instrumen ini bukan tes psikologis klinis, bukan alat diagnosis, dan bukan pengukuran religiositas atau tingkat iman seseorang. Hasil kuesioner dimaksudkan sebagai bahan refleksi diri, agar individu lebih sadar terhadap pola makna, nilai, dan kesadaran hidup yang selama ini dijalani dalam kehidupan sehari-hari.
Secara teoretis, kuesioner ini merupakan adaptasi psikoedukatif dari model Spiritual Intelligence (SI) yang dikembangkan oleh David B. King (2008; 2009), khususnya kerangka SISRI-24 (Spiritual Intelligence Self-Report Inventory). Namun, untuk kepentingan edukasi publik, instrumen ini telah mengalami penyesuaian konseptual, yaitu dengan menyederhanakan bahasa agar mudah dipahami oleh masyarakat umum, menghilangkan istilah metafisik dan religius, serta meniadakan klaim “tinggi–rendah kecerdasan”. Fokus utama kuesioner ini diarahkan pada kapasitas reflektif individu, bukan pada penilaian moral maupun spiritualitas normatif. Dengan demikian, kuesioner ini bukan salinan alat riset, melainkan adaptasi berbasis sains yang ditujukan untuk meningkatkan literasi psikologis masyarakat.
Tujuan utama dari kuesioner ini adalah untuk meningkatkan kesadaran reflektif individu terhadap makna hidup, membantu individu memahami cara mereka memaknai pengalaman hidup, serta mengembangkan literasi kecerdasan spiritual secara non-dogmatis dan inklusif. Adapun manfaat yang diharapkan meliputi dukungan terhadap refleksi diri yang sehat dan aman, dorongan untuk memaknai pengalaman hidup secara lebih adaptif, serta pembukaan ruang dialog dan diskusi psikoedukatif mengenai makna, nilai, dan kesadaran diri. Dalam jangka panjang, kuesioner ini diharapkan dapat berkontribusi pada pengembangan kesejahteraan psikologis individu.
Dalam proses pengisian, responden diminta untuk membaca setiap pernyataan dengan saksama dan memilih jawaban yang paling sesuai dengan pengalaman pribadi dalam kehidupan sehari-hari, bukan jawaban yang dianggap ideal atau seharusnya. Skala jawaban yang digunakan terdiri dari lima pilihan, yaitu: 1 (Sangat tidak sesuai), 2 (Tidak sesuai), 3 (Netral), 4 (Sesuai), dan 5 (Sangat sesuai). Tidak terdapat jawaban benar atau salah dalam kuesioner ini, karena setiap respons mencerminkan pengalaman dan refleksi subjektif individu.
Sebagai penegasan etik, perlu dipahami bahwa kuesioner ini bersifat psikoedukatif dan reflektif, bukan alat diagnosis psikologis, bukan tes kepribadian, dan bukan pengukuran tingkat spiritualitas atau religiositas seseorang. Hasil yang diperoleh tidak dapat digunakan untuk menentukan kondisi klinis, kualitas moral, maupun nilai personal individu. Interpretasi hasil semata-mata ditujukan untuk meningkatkan pemahaman diri dan kesadaran reflektif, bukan untuk memberi label, melakukan penilaian, atau membandingkan satu individu dengan individu lainnya.