Skala Regulasi Emosi Kognitif (Cognitive Emotion Regulation Questionnaire – CERQ)

CERQ dikembangkan oleh Garnefski, Kraaij, dan Spinhoven (2001) untuk mengukur strategi kognitif yang digunakan seseorang ketika menghadapi pengalaman negatif atau peristiwa stres. CERQ tidak hanya menilai apakah seseorang menghindari atau menghadapi masalah, tetapi juga bagaimana mereka berpikir tentang peristiwa tersebut.

Tujuan dan Manfaat

Tujuan utama CERQ adalah:

Manfaat dari CERQ:

Cara Pengisian

Gunakan skala berikut: 1 | Hampir tidak pernah saya pikirkan, 2 | Jarang saya pikirkan, 3 | Kadang-kadang saya pikirkan, 4 | Sering saya pikirkan, 5 | Hampir selalu saya pikirkan.

Disclaimer

Kuesioner ini bukan alat diagnosis psikologis resmi. Hasil CERQ bertujuan untuk mengevaluasi gaya berpikir yang dimiliki seseorang dalam menghadapi tekanan emosional. Jika hasil menunjukkan penggunaan dominan strategi maladaptif, konsultasi dengan profesional psikologi sangat dianjurkan.

Penasaran dengan Skala Regulasi Emosi Kognitif (Cognitive Emotion Regulation Questionnaire – CERQ) Anda? Silahkan isi kusioner dibawah ini.

Saya terus memikirkan perasaan saya tentang apa yang terjadi.

Saya sering berpikir tentang bagaimana peristiwa ini membuat saya merasa.

Saya memikirkan apa langkah selanjutnya yang perlu saya ambil.

Saya melihat peristiwa ini sebagai kesempatan untuk berkembang.

Saya merasa bahwa orang lain menyebabkan masalah ini.

Saya membiarkan diri saya larut dalam pikiran tentang kejadian ini.

Saya merasa bahwa saya seharusnya bertindak secara berbeda.

Saya merasa bahwa saya adalah penyebab dari situasi ini.

Saya menyalahkan diri saya sendiri atas apa yang telah terjadi.

Saya berpikir berulang kali tentang perasaan saya.

Saya merasa bahwa hal-hal buruk akan terus terjadi.

Saya merasa situasi ini lebih parah dari yang sebenarnya.

Saya merancang strategi tentang bagaimana menangani masalah ini.

Saya menilai peristiwa ini dalam konteks yang lebih luas.

Saya menyadari bahwa ini bukanlah akhir dari segalanya.

Saya menyadari bahwa peristiwa ini bisa membawa sesuatu yang baik.

Saya memikirkan hal-hal yang menyenangkan daripada situasi ini.

Saya mencoba menerima situasinya.

Saya marah kepada orang lain atas apa yang saya alami.

Saya mengatakan pada diri sendiri bahwa ada hal yang lebih buruk terjadi pada orang lain.

Saya mencoba belajar dari pengalaman ini.

Saya berpikir tentang apa yang bisa saya lakukan untuk mengatasinya.

Saya menyalahkan diri saya sendiri karena menyebabkan masalah.

Saya membandingkan situasi ini dengan masalah lain yang lebih besar.

Saya membuat rencana konkret untuk menghadapi situasi ini.

Saya membayangkan skenario terburuk yang bisa terjadi.

Saya mengatakan pada diri sendiri bahwa saya harus hidup dengan itu.

Saya menerima apa yang terjadi, karena saya tidak dapat mengubahnya.

Saya mengalihkan perhatian saya ke hal-hal positif.

Saya berpikir bahwa situasi ini adalah bencana besar.

Saya menerima kenyataan bahwa ini memang terjadi.

Saya berusaha menemukan sisi positif dari situasi ini.

Saya mencoba membayangkan hal-hal menyenangkan yang akan datang.

Saya menyalahkan orang lain atas apa yang terjadi.

Saya berpikir bahwa ini semua salah seseorang.

Saya memikirkan hal-hal yang membuat saya bahagia.

Kenali Diri Anda Lebih Dalam, Temukan Potensi Terbaik Anda

Mari bergabung dengan komunitas kami untuk belajar, tumbuh, dan mencapai kesejahteraan mental yang lebih baik. Psikonesia hadir untuk menjadi mitra dalam perjalanan Anda menuju kebahagiaan, kedamaian batin, dan pemulihan.

Saya Ingin Bergabung